Inilah team kami dari Desa Pandes Kecamatan Wedi Klaten, yang selalu berusaha belajar dari setiap kegiatan bersama pihak lain. Kami bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dalam beberapa kegiatan yang berarti kita generasi muda bisa ikut serta dalam pemberdayaan masyarakat.

Terima kasih kami ucapkan kepada :
  • Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menghandle acara pemberdayaan masyarakat Desa. 
  • Pemerintah Desa Pandes terutama Bapak Heru Purnomo selaku Kades kami, yang selalu memberikan support dan jiwa optimis bahwa kita bisa. 
  • Teman-teman yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. GPRS bangga dengan semangat kalian. 
  • Masyarakat Wedi, Ibu" PKK Desa Pandes, Srikandi Sungai Pandes, Komunitas Sungai Ujung Hilir Wedi, dan semua kru behind the scene yang tak bisa kami ucapkan satu per satu, (^_^).

Semoga video ini bisa memberikan energy positif buat generasi muda untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial masyarakat.

PROVE YOU'RE THE BEST GUYS!!!

Thank to :
- Music : Slank - Mars Slankers
- Website : www.pandeswedi.com


Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan SDA
Siapa yang tak tahu Desa Pandes. Kini kami diberi mandat oleh Pemerintah Desa untuk menjadi Panitia kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air ( SDA ) dan Penguatan Kelembagaan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air ( SDA ) yang disupport oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

Senin, 10 Juli 2017 kegiatan dimulai dengan pelatihan anyaman dasar bambu. Pemerintahan Desa Pandes mendatangkan 2 narasumber dari Imogiri, Yogyakarta, untuk memberikan informasi tentang karakteristik bambu dan memberikan informasi bambu apa yang cocok untuk membuat kerajinan anyaman. Beliau adalah Bapak Sugandhi dan Bapak Sumardi. Peserta pelatihan anyaman dasar bambu adalah masyarakat di sekitar sungai ujung hilir. Metode pelatihan anyaman dasar bambu ini dengan membentuk peserta menjadi beberapa kelompok.

Tujuan diadakan kegiatan ini adalah agar masyarakat mempunyai pendapatan lebih dan mempunyai kesempatan atau kemampuan merawat sungai melalui pemanfaatan bambu. Antusias peserta terbukti ketika peserta diberi PR ( Pekerjaan Rumah ) atau anyaman bambu yang belum selesai, benar - benar dikerjakan di rumah. Keesokan harinya para peserta membawa anyaman bambu tersebut dengan setengah jadi. Harapan masyarakat sekitar yang menjadi peserta, pelatihan ini tidak berhenti sampai disini saja dan mereka berharap pelatihan ini terus berlanjut kedepan.

Selasa, 11 juli 2017, kegiatan Penguatan Kelembagaan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air ( SDA ) dimulai. Kegiatan pelatihan anyaman bambu yang berlokasi di Pendopo Balai Desa Pandes masih terus dilanjutkan sedangkan untuk pelatihan Penguatan Kelembagaan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air ( SDA ) dilakukan di gedung TPA AL - FALAH, Krangkungan, Pandes, Wedi, Klaten.
Dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan, dua paparan dan diskusi mengasyikkan terjadi. Paparan yang pertama adalah tentang membangun networking gerakan komunitas peduli sungai dan penguatan kelembagaan yang dibawakan oleh narasumber Dr.Ing- Ir. Agus maryono. Paparan kedua dibawakan oleh bapak Agus Hartanto dari ketua LSM Lestari dengan materi penguatan kelembagaan untuk kemandirian komunitas peduli sungai.

Peserta yang mengikuti Pelatihan ini adalah perwakilan dari komunitas - komunitas peduli sungai disepanjang aliran sungai Bengawan Solo. Bahkan ada perwakilan peserta dari komunitas peduli sungai yang berasal dari Ngawi Jawa Timur.

Kabid. Op. Ib. Dra. Nova Dorma Sirait, MT mengatakan " Tentu saja kita berharap ini berlanjut, adanya masyarakat diberi keterampilan bisa dikembangkan, jadi ada nilai ekonominya, ada nilai tambahnya untuk masyarakat yang ada di sekitar sungai. Mudah-mudahan nanti Pak Kades mungkin bisa bekerja sama dengan teman-teman dari Imogiri dulu untuk strategi pemasaran, karena mereka yang lebih tahu pasar, nanti kalau udah dimantapkan, gitu bisa jalan sendiri ".

Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan SDA
Kami sangat berterima kasih kepada pihak BBWS Bengawan Solo karena diberi kesempatan untuk menjadi panitia kegiatan dan terima kasih juga kepada Bapak Samsi dan Bapak Anton atas apresiasi terhadap team GPRS. Kegiatan dua hari kemarin banyak memberikan ilmu baru bagi kami.(dsiwi/gprs)
Remaja masa kini, difasilitasi dengan kemajuan teknologi serba mudah, mulai dari internet cepat dan smartphone canggih. Bahkan dalam hal makanan, remaja saat ini cenderung menyukai makanan cepat saji atau biasa disebut junk food. Kemasan menarik dan praktis, dibuat dengan paket hemat, serta memiliki berbagai bentuk dan jenis yang berbeda. Tak ayal banyak remaja cenderung meninggalkan makanan lokal yang kaya akan sayuran dan vitamin dan beralih ke makanan Junk Food. 
Photos by Google
Namun tahukah anda semua bahaya dari makanan junk food? Bukan hanya mengandung banyak pengawet, tetapi sedikit akan nutrisi terutama kandungan zat besi yang biasa ada pada sayuran atau protein hewani. Apabila seorang remaja kurang zat besi maka akan berdampak terjadinya anemia. Bukti survey dari 100 remaja putri yang dilakukan pengecekkan kadar Hb, didapatkan 45% adalah anemia, ini merupakan angka yang cukup fantastis dan perlu segera untuk ditangani. Anemia pada remaja dapat berakibat tubuh menjadi lemah, sulit konsentrasi karena otak mengalami kekurangan oksigen, mudah lelah, aktivitas terganggu. Dengan keadaan yang demikian secara otomatis akan mempengaruhi prestasi belajar di sekolah.

Lalu bagaimana penanganan yang tepat? Simak tips dari tim gprs berikut :
  1. Ubah pola makan anda. Pola makan yang baik akan membuat asupan nutrisi dalam tubuh tercukupi.
  2. Lengkapi asupan nutrisi dalam tubuh terutama zat besi. Anda bisa mendapatkan zat besi dari sayuran hijau, daging merah, hati ayam, telur ayam serta makanan yang kaya vitamin A seperti wortel dan tomat. 
  3. Semua makanan dilengkapi dengan makanan pokok serta kacang-kacangan. 
  4. Kurangi konsumsi teh, kopi, susu setelah makan, karena akan menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. 
  5. Khusus bagi remaja putri silahkan konsumsi tablet tambah darah satu tablet per minggu, dan satu tablet per hari ketika menstruasi. 
  6. Terakhir, ubahlah kesukaan makan junk food menjadi makanan lokal yang bergizi.
So, tunggu apalagi sekarang?
Jadi remaja sehat yang bebas dari anemia itu gampang, dengan kurangi konsumsi junk food dan makan teratur. Ayo hidup sehat dan berprestasi di sekolah tanpa ada gangguan anemia.(am/gprs)
Kami memulai perjalanan dengan jiwa murni, dengan bimbingan seorang wanita yang mengabdi untuk masyarakat desa. Tak mudah perjuangan mengenalkan pendidikan kesehatan reproduksi kepada remaja di ranah pedesaan. Lebih dari satu tahun kami berjuang, akhirnya sebuah kebanggaan bisa mendapatkan pengakuan dari pemerintah desa Pandes tepat 20 Mei 2016.

Peresmian GPRS
GPRS yang biasa kami sebut telah diresmikan hari itu, perjuangan kami untuk mewujudkan kehidupan remaja sehat memulai lembar baru dengan struktur organisasi yang lebih jelas dan dukungan dari masyarakat sekitar. Ayo remaja desa Pandes, bergabung dengan GPRS  "Bersama kita bisa!!" (Team-GPRS)