![]() |
| Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan SDA |
Siapa yang tak tahu Desa Pandes. Kini kami diberi mandat oleh Pemerintah Desa untuk menjadi Panitia kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air ( SDA ) dan Penguatan Kelembagaan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air ( SDA ) yang disupport oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
Senin, 10 Juli 2017 kegiatan dimulai dengan pelatihan anyaman dasar bambu. Pemerintahan Desa Pandes mendatangkan 2 narasumber dari Imogiri, Yogyakarta, untuk memberikan informasi tentang karakteristik bambu dan memberikan informasi bambu apa yang cocok untuk membuat kerajinan anyaman. Beliau adalah Bapak Sugandhi dan Bapak Sumardi. Peserta pelatihan anyaman dasar bambu adalah masyarakat di sekitar sungai ujung hilir. Metode pelatihan anyaman dasar bambu ini dengan membentuk peserta menjadi beberapa kelompok.
Tujuan diadakan kegiatan ini adalah agar masyarakat mempunyai pendapatan lebih dan mempunyai kesempatan atau kemampuan merawat sungai melalui pemanfaatan bambu. Antusias peserta terbukti ketika peserta diberi PR ( Pekerjaan Rumah ) atau anyaman bambu yang belum selesai, benar - benar dikerjakan di rumah. Keesokan harinya para peserta membawa anyaman bambu tersebut dengan setengah jadi. Harapan masyarakat sekitar yang menjadi peserta, pelatihan ini tidak berhenti sampai disini saja dan mereka berharap pelatihan ini terus berlanjut kedepan.
Selasa, 11 juli 2017, kegiatan Penguatan Kelembagaan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air ( SDA ) dimulai. Kegiatan pelatihan anyaman bambu yang berlokasi di Pendopo Balai Desa Pandes masih terus dilanjutkan sedangkan untuk pelatihan Penguatan Kelembagaan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air ( SDA ) dilakukan di gedung TPA AL - FALAH, Krangkungan, Pandes, Wedi, Klaten.
Dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan, dua paparan dan diskusi mengasyikkan terjadi. Paparan yang pertama adalah tentang membangun networking gerakan komunitas peduli sungai dan penguatan kelembagaan yang dibawakan oleh narasumber Dr.Ing- Ir. Agus maryono. Paparan kedua dibawakan oleh bapak Agus Hartanto dari ketua LSM Lestari dengan materi penguatan kelembagaan untuk kemandirian komunitas peduli sungai.
Peserta yang mengikuti Pelatihan ini adalah perwakilan dari komunitas - komunitas peduli sungai disepanjang aliran sungai Bengawan Solo. Bahkan ada perwakilan peserta dari komunitas peduli sungai yang berasal dari Ngawi Jawa Timur.
Kabid. Op. Ib. Dra. Nova Dorma Sirait, MT mengatakan " Tentu saja kita berharap ini berlanjut, adanya masyarakat diberi keterampilan bisa dikembangkan, jadi ada nilai ekonominya, ada nilai tambahnya untuk masyarakat yang ada di sekitar sungai. Mudah-mudahan nanti Pak Kades mungkin bisa bekerja sama dengan teman-teman dari Imogiri dulu untuk strategi pemasaran, karena mereka yang lebih tahu pasar, nanti kalau udah dimantapkan, gitu bisa jalan sendiri ".
Kami sangat berterima kasih kepada pihak BBWS Bengawan Solo karena diberi kesempatan untuk menjadi panitia kegiatan dan terima kasih juga kepada Bapak Samsi dan Bapak Anton atas apresiasi terhadap team GPRS. Kegiatan dua hari kemarin banyak memberikan ilmu baru bagi kami.(dsiwi/gprs)
![]() |
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan SDA
|



0 komentar:
Posting Komentar